22.10.08

Masih Saja Otakku Tak Mau Berhenti. oleh Dony Kurniawan


Tiba-tiba saja ingin kubenamkan wajahku ke riak rambutnya. Masih ada yang salah dengan otakku yang tak bisa kuasa berhenti berputar-putar ini. Kecupanmu menusukku dalam-dalam seolah engkau tahu gelisahku dan berteriak menantangnya.

Wahai rahasia hatiku, bicaralah, agar aku dapat mendamaikannya..!!!

Lama aku mengacuhkan teriakan itu, dari seseorang yang selama ini hanya padaku bersandar, minimal itu pengakuannya....

Terlalu lama hatiku membatu, menyerah kepada kenyataan bahwa cinta ternyata berseberangan dengan akal sehat, cinta menyesatkan, yang melemparkanku ke dunia lain yang gelap, semakin sepi. Memandangmu, memaksaku untuk percaya bahwa cinta masih bermakna, dan aku takut...

Berkali-kali aku merasa menemukan serpihan diriku di dalam dirinya. Saat sinar pagi hari yang lembut menyejukkan kamar kami, entah apa yang merasuki hatiku tapi rasanya seperti melihat ketenangan dari matanya yang masih berair. Pagi itu, aku seperti mengenalnya sejak dulu.

Perlahan tanganku menggengam jemarinya, rasanya bukan melambung tetapi menenangkan. Hatiku tidak terbang mengawang tetapi tetap di tanah namun melihat tinggi ke awan. Ia menawarkan cinta yang jujur. Tapi mengapa hatiku ini tetap tak mau menyerah. Ketidakpercayaan terus menggerogoti.

Terasa menjadi pendosa karena memalingkan wajah dari cinta. Begitu egois sehingga diterlantarkan. Sendiri, aku takut, aku tak mau. Betapa inginnya hati ini menyerahkan intannya tetapi bagian diriku tidak mengijinkannya. Apakah ini jeritan nuraniku yang tak lagi kudengar ?

Kurangkuh dia didekapku. Ingin kuhibur saat penatnya datang. Kutatap wajahnya. Kunikmati tiap relung pikirnya. Kunikmati keluasaan kalbunya. Saat ia tersadar, kutatap matanya lekat. Tanpa tahu apa yang sedang aku pikirkan. Ia akan tersenyum. Tersenyum, hanya itu yang kucari dalam dirinya. Agar ia bahagia dan tersenyum.

Sekali lagi seperti pagi-pagi yang lain, aku meyakinkan diriku, bahwa ketika cinta menuntut haknya, ketika aku selalu akan merindukanmu karena engkau selalu datang sebagai sahabatku dan membuatku yakin bahwa hari ini akan seindah hari-hari sebelumnya.

Segera aku bangun dari malasku pagi ini, merengkuhnya agar beranjak dari ranjang, dan bergegas meneruskan hidup.

Hidupku bersamamu akan panjang dan menyenangkan.

0 件のコメント: